Minggu, 11 April 2010

cerpen remaja berjudul Aku yang Salah

Aku yang Salah


cerpen-cinta-remajaDia memang orang yang tertutup, bahkan sangat tertutup, tetapi aku bisa sedikit masuk lewat pintu hatinya yang sedikit renggang. Walau susah akhirnya dia mau menceritakan masalahnya kepadaku, dan meminta aku merahasiakan hal itu.
“Kamu malu ya?” tanyaku waktu itu.

“Tidak. Aku tidak malu, aku cuma tidak mau dikasihani orang lain dan diberi perhatian khusus, aku ingin biasa saja.” Jawabnya dengan wajah tak bergeming. “Aku masih bisa hidup walau bagaimanapun caranya.”

“Iya, tenang aja aku pasti menyimpan rahasia ini.” Aku mencoba untuk mengerti dia.
“Terima kasih, Wit,” katanya lagi. Aku hanya mengangguk. “Tapi kenapa kamu sering tidak masuk sekolah?”
“Aku tidak semangat ke sekolah.”

“Tidak semangat? Seharusnya kamu itu semangat ke sekolah. Siapa tahu kekosonganmu akan terisi dengan adanya kegiatan-kegiatan di sekolah.”

“Entahlah.” Dia melenguh. Tidak ada yang bicara lagi. Bel tanda waktu istirahat selesai berbunyi. Semua kembali ke kelas. Aku duduk di tempat dudukku.

***

Tak terasa sudah enam bulan aku duduk di kelas XII, waktu pembagian rapor pun tiba. Tapi satu orang yang tidak datang mengambil rapor, yaitu Ruli. Apa anak itu masih natalan? Pikirku. Padahal aku sudah memberi tahu dia bahwa hari ini pembagian rapor.Ternyata dia tidak juga datang.

“Le, Ruli ke mana sih?” Tanyaku kepada Sule setelah selesai pembagian rapor.
“Nggak tau, sejak dua hari kebelakangan ‘ni HP-nya tidak aktif. Aku takut terjadi apa-apa aja sama dia.”
“Maksud kamu?”

“Iyalah, kemaren katanya dia sakit, jadi takut aja ada apa-apa.”
Aku tidak menjawab lagi, pikiranku hanyut entah ke mana. Ada apa lagi dengan Ruli? Apa dia baik-baik saja? Di mana dia sekarang? Apakah dia sudah pulang dari rumah neneknya? Berbagai pertanyaan berlomba-lomba masuk ke benak ku. Sayangnya, satu pun tidak terjawab. Pikiranku berkecamuk.

Libur semester ganjil telah usai. Semua siswa kembali ke sekolah. Ada dengan wajah gembira, ada juga dengan wajah kusut, mungkin belum puas mengokol di tempat tidur. Sedangkan aku sangat senang kembali ke sekolah apalagi hari senin ini kami akan diberi sarapan pagi yang enak, sarapan Fisika. Mata pelajaran yang sangat aku sukai di kelas XII, dan aku ingin sekali bertemu dengan Ruli, ingin tahu keadaannya. Dan ingin melihat keceriaan sebenar di wajahnya bukan kepura-puraan yang selalu disebarkannya.

Tetapi hari ini masih juga belum aku temukan sesosok Ruli di dalam kelas. Mataku liar memandang seluruh penjuru sekolah, tidak juga kutemukan. Dia memang tak datang lagi. Sudah dua minggu berlalu, Ruli belum juga tampak.

“Le, tahu nggak di mana Ruli? Sudah dua minggu belum masuk juga. Biasanyakan kamu selalu sms-an ma dia.”
“Tidak. Udah lama aku tidak menghubungi dia. Kamu ke-napa sih, Wit, nanya Ruli mulu?”

“Nggak apa-apa sih, aku ‘kan sekretaris, jadi aku harus tahu keterangan setiap siswa yang tidak hadir.” Ja-wabku sekenanya.
Ada keraguan di wajah Sule. Aku tak peduli. Jam pelajaran ke empat telah berlangsung selama satu jam pelajaran, Kepsek masuk ke kelas kami. Semua diam. Kepsek yang satu ini memang ditakuti semua siswa, tapi tidak untukku. Aku hanya segan kepadanya.
“Ruli sudah masuk?” tanyanya tegas.
“Belum, Buk!” Jawab kami serentak.

“Ke mana dia?”
Aku mengacungkan tangan agar tidak terjadi kekecohan. Kepsek memandang ke arahku meminta jawaban.
“Tidak tahu, Buk, karena dia tidak tinggal di rumahnya.” Ja-wabku.
“Orang tuanya?”
“Katanya mereka sudah berpisah dan tidak tinggal bersama lagi.”
“Pendidikan itu penting untuk masa depan, jadi jangan menyia-nyiakan pendidikan selama ada kesempatan.” Nasehatnya kepada kami. Dia pun berlalu. Ica dan Rozal memandangku dengan tatapan tajam.
“Kenapa?” Tanyaku heran.

“Mengapa kamu membuka rahasia Ruli?” Tanya Rozal. “Kalau dia tahu kami pun akan dipersalahkannya.” Sambungnya.
Lama aku berfikir rahasia mana yang aku buka,baru aku ingat dengan perkataanku kepada Kepsek tadi, “berpisah.”
“Ya Tuhan, aku lupa. Sumpah! aku tak sengaja dan sama sekali tidak berniat membuka hal itu. Maafkan aku, sungguh aku tak sengaja.” Kataku menyesal. Selain aku, Ica dan Rozal juga tahu masalah Ruli.

“Kenapa kamu minta maaf kepada kami, minta maaflah kepada Ruli.” Kata Rozal.
Mulai saat itu hatiku sungguh resah, rasa bersalah terus menghantui. Mau minta maaf, aku tidak tahu Ruli ada di mana sekarang. Aku takut dia membenci aku. Aku tak mau menambah satu orang lagi yang membenci aku, seperti Yuda dan Resa. Sudah banyak kali aku SMS Ruli tapi tidak ada balasan. Perasaan bersalah ini benar-benar mendera.

***

Langkahnya gontai, menunduk, terkeseng-keseng. Sudah dua minggu dia tidak muncul, baru sekarang menampakkan hidungnya. Mungkin anginnya mulai membaik. Dia langsung menuju tempat duduknya di ujung sudut kelas. Masih menunduk. Entah apa dalam pikirannya, semua tidak tahu. Memang orang lain tak peduli dengannya, mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Hanya aku dan Sule yang selalu bertanya keadaannya. Sebenarnya dari pertama aku melihat Ruli di rumah temanku, aku sudah mulai ingin tahu tentangnya. Apa yang menarik tentangnya aku tak tahu, yang aku tahu dia tengah sendiri. Dan aku telah menghancurkan kepercayaan yang diberikannya.

Tiga hari telah berlalu perasaan takutku masih mencengkam, terus mengalahkan keberanianku untuk berbicara langsung dengan Ruli. Menjelaskan semua tapi untuk bertemu dengannya saja aku takut, takut sekali. Apalagi sejak dia masuk ke sekolah tidak pernah sekalipun dia menegur bahkan melihatku. Sampai guru Bahasa Indonesia masuk ke kelas.

“Hari ini Bapak ingin kalian semua untuk menulis pengalaman masing-masing.” Pak Santoso membuka pertemuan kali ini. “Tapi Bapak mau satu orang ke depan untuk menceritakan pengalamannya.”

Hening. Semua bungkam. Tidak ada yang bersuara. Kelas yang aku duduki sekarang memang seperti itu, bila disuruh bicara dia diam tapi bila disuruh diam dia bicara. Sungguh memuakkan. Aku mengangkat tangan.

“Baiklah, Wita maju ke depan.” Aku melangkah ke depan kelas. Ada rasa gentar juga ditatapi oleh tiga puluh pasang mata.
“Ayahku meninggal dunia ketika aku masiah terlalu kecil,” kataku mengawali cerita. Tidak ada yang bersuara. Ruli tidak melihat ke arahku, dia masih menunduk.

“Ibu yang telah membesarkan kami anak-anaknya. Ketika aku di SD aku tidak pernah merasakan yanng namanya seragam baru. Semua bekas. Aku tidak pernah mengeluh, yang penting aku bisa sekolah. Di SMP aku membiayai sekolahkku sendiri dengan bantuan beasiswa untuk siswa yang berprestasi. Begitu juga di SMA. Aku selalu ditinggal sendiri di rumah, ibu dan kakak sering pergi. Ibu selalu berkata bahwa aku memang dibiarkan belajar hidup mandiri. Walaupun aku tidak makan, tapi aku harus sekolah. Itulah yang selama ini aku pertahankan. Masalah? Memang harus dimiliki oleh setiap insan agar bisa mengembang pola pikir kita. Kalau masalah keluarga, aku rasa keluargaku yang paling parah, kecoh. Setiap hari pasti ada pertengkaran, adu mulut, menangis. Sepertinya bagi mereka tiada hari tanpa bertengkar. Kadang aku berpikir untuk pergi dari rumah dan kota ini. Tapi ketika aku berpikir ulang, kalau aku pergi maka sekolahku akan terbengkalai, dan perjalananku sejauh ini akan sia-sia. Makanya aku masih bertahan sampai detik ini.”

Aku menutup cerita. Aku kembali ke bangku. Sebenarnya aku ingin Ruli sadar bahwa hidup ini memang susah, tapi harus dihadapi dan dijalani, karena di setiap langkah kita selalu disirami dengan kasih sayang yang abadi yaitu kasih sayang Tuhan. Bagi aku, kenyataan itu pengajaran. Belajar menghadapi kenyataan berarti belajar menikmati kehidupan. Kalau bagi orang lain hanya dua kata yang ingin aku ucapkan, “pata nehi.”***

——————————————————

Cerpen Cinta? oleh:
Lidya A. Tina,
Siswi Kelas XII IPA 4
SMAN 3 Bengkalis

RESEP MASAKAN BASO AYAM UDANG GORENG

RESEP MASAKAN BASO AYAM UDANG GORENG


Bahan:

150 gr ayam cincang

100 gr udang, bersihkan, cincang halus

1 batang daun bawang, iris halus

3 siung bawang putih, cincang halus

1 sendok the minyak wijen

3 sendok makan tepung tapioca

1 butir telur, kocok lepas

1 sendok makan kecap ikan

Merica dan garam secukupnya

Minyak goreng secukupnya


Cara Membuat Resep Masakan Baso Goreng Jawa:

  1. Campur dan aduk jadi satu ayam cincang, udang cincang, daun bawang, bawang putih cincang, minyak wijien, tepung tapioca, telur, kecap ikan , merica dan garam secukupnya
  2. Ambil adonan secukupnya dan letakkan ditangan. Tekan dan keluarkan adonan dari lubang ibu jari. Ambil adonan tersebut dengan sendok basah dan dan bentuk bulat, goreng dengan api kecil dalam minyak panas secukupnya hingga kuning keemasan dan matang . Hidangkan

RESEP MASAKAN NASI BAKAR BAWANG

RESEP MASAKAN NASI BAKAR BAWANG


Bahan:

300 gr beras, cuci bersih

800 ml

1 sdm minyak goreng

1 sdt minyak wijen

2 siung bawang putih, cincang halus

¼ buah bawang bombay, cincang halus

1 sdt kulit jeruk purut

3 lembar daun jeruk

100 gr ayam giling

Garam secukupnya

1 batang daun bawang, iris serong tipis


Cara Membuat Resep Masakan Nasi Bakar Bawang:

1. Masukkan beras, air, minyak goreng, minyak wijen, daun jeruk, ayam giling, garam, daun bawang ke dalam rice cooker. Masak hingga matang

2. Siapkan satu lembar daun pisang, beri nasi. Bungkus, semat dengan lidi

3. Buka diatas bara api hingga berwarna kecoklatan . Angkat, sajikan

Hasil 4 porsi

Sabtu, 10 April 2010

Artikel tentang Anemia

Saat Anemia Mengintai Wanita

Ditulis oleh didinkaemMonday, 11 December 2006

Apakah anda pernah memerhatikan iklan-iklan komersial tentang anemia? Hampir setiap iklan memperlihatkan wanita bermuka pucat, tampak lesu, dan kurang bergairah. Dipilihnya wanita sebagai bintang iklan obat anemia bukan tanpa alasan. Iklan tersebut ingin mengangkat fakta bahwa kaum wanita lebih sering mengalami anemia.

ANEMIA terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Batas kadar normal untuk wanita sekira 12 gr persen dan pria 14 gr%. Hemoglobin terdapat dalam sel darah merah dan bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu, berkurangnya hemoglobin akan mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen. Tidak terpenuhinya kebutuhan oksigen menimbulkan gejala-gejala seperti lesu, mudah letih, kulit pucat, pusing, bahkan sakit kepala.

Karena hemoblogin terdapat dalam sel darah merah, setiap gangguan pembentukan sel darah merah, baik ukuran maupun jumlahnya, dapat menyebabkan terjadinya anemia. Gangguan tersebut dapat terjadi di “pabrik” pembuatan sel darah merah (sumsum tulang) maupun gangguan karena kekurangan komponen penting seperti zat besi, asam folat, maupun vitamin B12. Anemia yang paling banyak terjadi (terutama pada wanita) adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Sedangkan anemia-anemia lainnya (anemia karena kekurangan asam folat, vitamin B12, atau karena keganasan) terjadi pada wanita maupun pria dengan proporsi yang kurang lebih sama.

Zat besi merupakan bagian dari molekul hemoglobin. Oleh sebab itu, ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin pun akan menurun. Meskipun demikian, penurunan hemoglobin sebetulnya baru akan terjadi jika cadangan zat besi (Fe) dalam tubuh sudah benar-benar habis. Kurangnya zat besi dalam tubuh bisa disebabkan banyak hal. Kekurangan zat besi pada bayi mungkin disebabkan prematuritas, atau bayi tersebut lahir dari seorang ibu yang menderita kekurangan zat besi. Pada anak-anak, mungkin disebabkan oleh asupan makanan yang kurang mengandung zat besi. Sedangkan pada orang dewasa kekurangan zat besi pada prinsipnya hampir selalu disebabkan oleh perdarahan menahun atau berulang-ulang yang bisa berasal dari semua bagian tubuh.
Perempuan lebih berisiko

Faktor risiko terjadinya anemia kekurangan zat besi memang lebih banyak pada perempuan dibandingkan dengan kaum pria. Cadangan besi dalam tubuh perempuan lebih sedikit daripada pria, sedangkan kebutuhan per harinya justru lebih tinggi. Setiap harinya seorang wanita akan kehilangan sekira 1-2 mg zat besi melalui ekskresi secara normal. Pada saat haid, kehilangan zat besi bisa bertambah hingga 1 mg lagi.

Kebutuhan zat besi pada wanita juga meningkat saat hamil dan melahirkan. Ketika hamil, seorang ibu tidak saja dituntut memenuhi kebutuhan zat besi untuk dirinya, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janinnya. Selain itu, perdarahan saat melahirkan juga dapat menyebabkan seorang ibu kehilangan lebih banyak lagi zat besi. Karena alasan tersebut, setiap ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi.

Faktor lain yang menyebabkan wanita rentan mengalami anemia adalah pola makan. Dengan alasan takut gemuk, terkadang wanita melakukan diet secara membabi buta. Para wanita cenderung makan dalam jumlah yang kurang dan tidak mau mengonsumsi daging. Tanpa disadari, diet yang belum tentu membuat berat badan turun itu justru dapat menyebabkan kurangnya asupan zat besi dari makanan.

Mencegah anemia kekurangan zat besi tentunya harus dilakukan dengan mencukupi kebutuhannya. Sudah sejak lama Pierre Blaud (1831) menemukan bahwa FeSO4 dan K2CO3 dapat memperbaiki anemia akibat kekurangan zat besi. Tetapi sebenarnya berabad-abad sebelum Masehi, bangsa Yunani dan India telah menggunakan bahan-bahan yang mengandung zat besi untuk mendapatkan tentara yang kuat. Caranya, mereka merendam pedang-pedang tua dan meminum airnya.

Untunglah saat ini kita tidak perlu meminum air rendaman besi tua untuk memenuhi kebutuhan zat besi. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memerhatikan asupan makanan. Sedapat mungkin cukupilah kebutuhan zat besi dari sumber alami. Beberapa makanan seperti hati, jantung, kuning telur, kerang, ragi, kacang-kacangan, dan buah-buahan kering tertentu mengandung zat besi dalam kadar cukup tinggi. Zat besi dalam jumlah sedang bisa diperoleh dari daging, ikan, unggas, sayuran berwarna hijau dan biji-bijian.
Sumber zat besi dari hewani akan diserap lebih baik oleh tubuh daripada yang berasal dari nabati. Penyerapan zat besi dapat dibantu dengan mengonsumsi vitamin C, misalnya meminum jus jeruk, jus tomat, jus stroberi, buah-buahan, dan sayuran lainnya. Sebaliknya, tanin yang terdapat dalam teh dan kopi dapat menghambat penyerapannya.

Dalam beberapa kasus, penanganan anemia kekurangan zat besi mungkin memerlukan suplemen zat besi (tablet Fe). Namun, konsumsi suplemen zat besi sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan, karena asupan zat besi secara berlebihan pun tidak baik, bahkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Saat meminum suplemen zat besi, kadang timbul mual, nyeri lambung, konstipasi, maupun diare sebagai efek sampingnya. Keluhan-keluhan tersebut biasanya ringan. Untuk mengatasinya mulailah dengan setengah dosis, kemudian tingkatkan secara perlahan-lahan sampai mencapai dosis yang dianjurkan. Sebaiknya suplemen zat besi dikonsumsi saat makan. Tidak disarankan meminum antasida untuk mengurangi keluhan mual dan nyeri lambung yang timbul, karena antasida akan menghambat penyerapan zat besi.

Kalsium vs Fe

Salah satu tren wanita saat ini adalah mengonsumsi suplemen kalsium atau susu tinggi kalsium maupun berbagai makanan yang ditambahkan kalsium. Sayangnya, penyerapan zat besi akan terganggu jika dikonsumsi bersamaan dengan kalsium. Oleh karena itu, disarankan kedua suplemen tersebut dikonsumsi dengan jarak waktu sekira 1,5 – 2 jam. Hindari pula meminum suplemen zat besi dengan sumber kalsium, misalnya yoghurt dan susu.
Jika Anda meminum multivitamin, perlu dicermati apakah di dalamnya terkandung zat besi dan kalsium. Mungkin kita tidak akan mendapatkan zat besi dalam jumlah yang diharapkan dengan mengonsumsi multivitamin tersebut. Agar lebih aman dan tidak membingungkan, sebelum mengonsumsi suplemen yang mengandung zat besi ataupun kalsium sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.
Konsultasi dengan dokter akan membantu Anda memahami bahwa anemia hanyalah sebuah gejala dan menemukan penyebabnya adalah langkah penting dalam penanganan anemia.

Misalnya, pada penderita anemia kekurangan zat besi perlu dicari sumber-sumber perdarahan, mulai dari saluran cerna hingga saluran genital. Dengan demikian, diharapkan penatalaksanaan anemia akan lebih komprehensif dan tepat sasaran. (Pikiran Rakyat — Ginna Megawati, dokter, bertugas di RSU Pindad Bandung)

pantun lucu dan jenaka

Disana gunung, disini gunung,
Ditengah-tengah bunga melati
Saya bingung kamu pun bingung
Kenapa ada bunga melati


Anak ayam turun ke bumi
Induk ayam naik kelangit
Anak ayam nyari kelangit
Induk ayam nyungsep ke bumi

Nyanyian Sukma

Nyanyian SukmaDi dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;sebuah laguyang bernafas di dalam benih hatiku,Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.Betapa dapat aku mendesahkannya?Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fanaKepada siapa aku akan menyanyikannya?Dia tersimpan dalam relung sukmakuKerna aku risau, dia akan terhempasDi telinga pendengaran yang keras.Pabila kutatap penglihatan batinkuNampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,Dan pabila kusentuh hujung jemarikuTerasa getaran kehadirannya.Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.Air mataku menandai senduBagai titik-titik embun syahduYang membongkarkan rahsia mawar layu.Lagu itu digubah oleh renungan,Dan dikumandangkan oleh kesunyian,Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,Dan difahami oleh cinta,Dan disembunyikan oleh kesedaran siangDan dinyanyikan oleh sukma malam.Lagu itu lagu kasih-sayang,Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakahYang mampu membawakannya berkumandang?Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:Suara manakah yang dapat menangkapnya?Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?Siapa berani memecah sunyiDan lantang menuturkan bisikan sanubariYang hanya terungkap oleh hati?Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?(Dari Kahlil Gibran - ‘Dam’ah Wa Ibtisamah’ -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)

Selasa, 06 April 2010

tugas kelompok bahasa

Kelompok 1
1.Anggraini.Afandi
2.Deny. Priyadi
3.Galvani.Riski.A
4.Kresna.Dwi.Saputra
5.Resty.Yunita
6.Sepdila.Rusmio
7.Septian.WT


Penalaran


adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk suatu proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dapat digunakan dua jenis penalaran, yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif.

Penalaran Deduktif

adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.

Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,

Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.

Penalaran Induktif

adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.

Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial

Korelasi Penalaran Deduktif dan Induktif

kedua penalaran tersebut seolah-olah merupakan cara berpikir yang berbeda dan terpisah. Tetapi dalam prakteknya, antara berangkat dari teori atau berangkat dari fakta empirik merupakan lingkaran yang tidak terpisahkan. Kalau kita berbicara teori sebenarnya kita sedang mengandaikan fakta dan kalau berbicara fakta maka kita sedang mengandaikan teori.

Dengan demikian, untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah kedua penalaran tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dan saling mengisi, dan dilaksanakan dalam suatu ujud penelitian ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan taat pada hukum-hukum logika. Upaya menemukan kebenaran dengan cara memadukan penalaran deduktif dengan penalaran induktif tersebut melahirkan penalaran yang disebut dengan reflective thinking atau berpikir refleksi.

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.

* Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
* Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.